krisis

Indoprogress : Neoliberalisme, Krisis dan Perlawanan Rakyat

Posted on Updated on

Jurnal Indoprogress : Neoliberalisme, Krisis dan Perlawanan Rakyat

Harga : Rp. 37.000,-

Krisis ekonomi 1997 memberikan pemahaman kepada rakyat Indonesia bahwa rezim ekonomi politik otoriter Orde Baru Soeharto yang saat masih berkuasa, tidak bisa lagi dipertahankan. Rezim orba saat itu dinilai telah menjerumuskan mayoritas rakyat ke dalam jurang deprivasi dan kehancuran.

Tidak heran jika kemudian momen krisis menjadi titik berangkat yang tidak dapat didatangi kembali bagi sejarah Indonesia, sehingga rakyat Indonesia bangkit melawan untuk menumbangkan rezim kekuasaan yang menyokong sistem ekonomi yang menghasilkan krisis. Pada tahap inilah massa rakyat terlibat aktif dalam panggung sejarah negeri ini.

Pada masa kekinian kita, krisis kembali masuk dalam perbincangan umum khalayak di Indonesia. Bedanya, krisis saat ini terjadi langsung di jantung kapitalisme itu sendiri, yakni Amerika Serikat. Ditandai dengan bangkrutnya Bank Investasi terbesar keempat di AS, Lehman’s Brother, karena gagal bayar kredit perumahan sekunder, ekonomi Amerika Serikat dihantam oleh krisis ekonomi yang serius. Imbas dari krisis ekonomi yang terjadi di AS segera merambat ke negara-negara lain. Yunani, Portugal, Spanyol dan Italia adalah negara-negara di kawasan Eropa yang mengalami dampak langsung dari krisis ekonomi di AS, yang membuat mereka kemudian harus terjerembab dalam krisis surat utang negara (sovereign debt)

Selamat Membaca dan Happy shopping!

kunjungi kami di www.tokopedia.com/jualbukuekonomi

Advertisements

Globalisasi dan Krisis Demokrasi

Posted on

Globalisasi dan Krisis Demokrasi

Penulis : Budi Winarno

Penerbi t: Media Pressindo  | Tahun Terbit : 2007

Format : Soft Cover | Bahasa : Indonesia

Halaman : 186 | Dimensi : 160 mm x 240 mm

Harga : Rp. 36.000,-

Globalisasi diyakini sebagai pendorong gelombang demokrasi dunia ketiga. Namun di sisi yang lain, imbas ekonomi-politik dari globalisasi turut mengancam masa depan demokrasi. Struktur ekonomi-politik global saat ini mengalami banyak perubahan. Negara bangsa tak lagi menjadi aktor tunggal dalam ekonomi-politik internasional. Perannya telah digantikan oleh aktor-aktor baru yang bernaung di bawah bendera lembaga-lembaga internasional, perusahaan-perusahaan multinasional, maupun negara-negara kawasan. Kekuatan aktor-aktor baru tersebut dinilai telah melebihi kedaulatan negara bangsa. Dalam hal tertentu mereka dapat memaksakan arah kebijakan politik, ekonomi, dan perdagangan negara-negara Dunia Ketiga.

Selamat Membaca dan Happy shopping!

kunjungi kami di http://www.tokopedia.com/jualbukuekonomi