The Age Of Deception : Riba dalam Globalisasi Ekonomi

Posted on

Penulis: Frasminggi Kamasa

Penerbit : Gema Insani Press

Tahun terbit: 2012

Harga  Rp. 88.000  Diskon menjadi  Rp. 70.000,- .

hubungi kami segera: Wa/ sms 089635559710

“Perbudakan fisik di zaman modern ini mungkin memang sudah tidak terjadi, tetapi masyarakat dunia telah jatuh pada perbudakan yang bersifat massal. Perbudakan modern itu adalah ketika kita diperbudak oleh uang. Kita bekerja siang malam tetapi uang tidak pernah cukup, daya beli uang kertas tergerus inflasi. Sistem kapitalis ribawi memperparah situasi ini dengan konsentrasi kapital di segelintir orang. Uang diperas untuk segera menghasilkan uang lahi melalui mekanisme riba. Uang tidak lagi perlu bekerja menggerakan sektor produksi, perdagangan, dan penciptaan lapangan kerja. Buku ini membahas ketimpangan dan ketidakadilan yang menjadi hakikat sistem ekonomi internasional dan nasional yang berdasarkan riba dan kaitanya dengan tipu daya akhir zaman dalam politik global. Sistem ini diusung oleh negara adikuasa untuk memperisapkan “karpet merah” bagi kedatangan Dajjal. Di setiap transisi kekuasaan, negara-negara adikuasa selalu ditopang oleh unsur ekonomi dan militer. Keduanya mempunyai peran yang sentral dalam setiap pergantian kekuasaan negara adikuasa dan kemudian digunakan untuk menindas umat manusia. Insya Allah buku ini akan bermanfaat bagi umat.”
(Ir. H. Muhaimin Iqbal, M.M., Penulis Buku Dinar The Real Money, Dinar Emas, Uang & Investasiku)

Sangat memprihatinkan melihat kondisi umat saat ini yang kian hari bukan membaik, tetapi semakin terpuruk. Padahal, Islam adalah agama yang syamil mutakamil, memberi pedoman pada seluruh sisi kehidupan manusia. Mulai saat ini, mari perbaiki ekonomi umat berawal dari kita sendiri dengan menghidupkan ekonomi syari’ah
(Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS, Dewan Syariah MUI dan Direktur Pasca Sarjana UIKA Bogor)

“Saya ingin mengajak Anda juga, untuk bersama saya dan kaum Muslim yang lain mewujudkan pesan buku ini: perangi riba dan tegakkan muamalat.”

(Ir. Zaim Saidi MPA, Pengamat Kebijakan Publik dan Pegiat Dinar Dirham)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s